"Aku mau ngomong..." ... Ayura membuang napas pelan. Ia sudah lelah sebenarnya. Dia sudah beraktivitas sejak pagi. Kini sudah hampir tengah malam. "Bisa besok aja? Ini sudah malam.." Ayura menatap Jo dengan tenang. Ia bukan ingin menolak, tapi Ayura merasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bicara. Meskipun tetangga di sekitarnya tidak benar-benar punya hubungan akrab, tapi Ayura merasa tetap perlu menjaga nama baiknya. Jika ada yang lihat, Ayura takut Haras bisa terkena imbasnya. "Hari masih panjang. Besok juga libur.." tambah Ayura. Ayura kemudian menarik tangannya dari cengkraman Jo. Laki-laki itu masih tujukan tatapan pada Ayura. Entah apa arti dari tatapannya. "Hmm, sebaiknya Bapak pulang. Bapak baru balik juga, pasti Bapak capek dan butuh istirahat.

