CHAPTER 31

1889 Kata

Jo menarik sudut bibirnya. Bagaimana ia harus bereaksi untuk ini? Apa ia harus senang atau justru harus kecewa? Jo bangkit, duduk di pinggir kasur tanpa berniat memperbaiki kondisi pakaiannya. Sebagian kancing kemejanya sudah dibuka hingga memperlihatkan d**a dan perutnya. Sementara di bagian lain kasur, Fani terdiam tanpa pergerakan. Sejak lima menit lalu Jo memberikannya pilihan, dunia Fani seperti runtuh tanpa bisa dicegah. Angan-angan dan harapannya seperti dihempaskan ke tanah hingga hancur lebur seketika. "Jo," panggil Fani samar. Jonattan menoleh. Fani masih dalam keadaan memunggunginya. "A-apa kamu udah ingat?" tanya Fani tergagap. Selama ini Fani tau Jo tidak pernah mencintainya. Jika ingatannya memang sudah kembali, maka harapannya benar-benar menyentuh 0%. "Tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN