Pukul 09:00 pagi.Matahari sudah naik cukup tinggi, sinarnya menyelinap lewat celah-celah dinding bambu rumah panggung Revan, bikin ruang tamu terang benderang. Udara pagi masih sejuk, bau embun campur asap kayu bakar dari dapur tetangga. Ayam berkokok di halaman belakang, anjing desa menggonggong malas, dan suara sapu lidi menyapu halaman terdengar dari rumah sebelah.Revan masih tidur nyenyak di tikar kamarnya, badan terbungkus sarung tipis, napas pelan teratur. Ronda malam tadi bikin dia capek berat, mata terpejam dalam, mimpi pun nggak ada—hanya istirahat total.Di kamar Revan, Ayu melayang pelan di samping tikar, (mata hijau zamrudnya lembut lihat Revan tidur, tangan kecilnya elus-elus pipi Revan pelan, lalu cium pipi kanan dan kiri Revan dengan lembut, aroma melati tercium samar di udar

