Setelah konfrensi pers tersebut Marsya mendapatkan telvon dari Mamanya Marina dan ia mendapati Mamanya yang menangis. Awalnya Marsya khawatir kenapa tiba-tiba Mamanya menangis ternyata Mamanya menangis karena menonton konfrensi pers yang dilakukan Marsya. Marina sangat terharu dengan keputusan Marsya. Pengorbanan Marsya sangat besar, Marina tahu tidak mudah bagi anaknya itu mengambil keputusan sebesar itu. Apa lagi bagaimana perjuangan Marsya sampai ketahap itu tidak mudah. Tetapi ia salut dengan Marsya bisa mengambil keputusan tersebut. Meninggalkan dunianya demi keluarga tidak mudah. Keinginan Marsya sangat mulia dan Marina sebagai Ibu hanya bisa mendukung dan mendokan yang terbaik. Tidak ada penyesalan bagi Marsya ketika dulu dia berjuang untuk Marsya mala yang ada syukur karena akhir