Salam Cinta, Sean

2100 Kata

Nara tak berkedip, melebarkan matanya untuk menatap jalanan lurus di depan sana. Sean baru saja memarkirkan mobilnya di bahu jalan, tepat di depan sebuah kafe pinggir jalan. Nara menelan ludah, kilas balik kejadian setahun silam kembali bermunculan di dalam kepalanya. Mana mungkin Nara lupa akan jalanan trotoar di depan sana, tempat di mana kesialannya dimulai gara-gara seseorang yang ia anggap sebagai keberuntungan. Lalu hari ini ia kembali datang ke tempat ini, dengan orang tersebut. "Kenapa kita ke sini?" lirih Nara, masih belum beranjak memandangi trotoar di depan sana. Sean yang sudah akan keluar, kembali tertahan. Ia menoleh pada Nara, mengernyit bingung akan pertanyaan Nara barusan. "Why? Kamu kecewa, karena kita nggak jadi ke KUA?" "Tidak!" seru Nara, sontak menoleh dan saling b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN