“Apa? Bagaimana bisa?” Raut wajah Delta seketika kaget mendapatkan telepon dari kantor polisi di jam 6 pagi. “.....” “Baik, Pak. Saya tunggu kabar terbarunya. Terimakasih, Pak.” Tut tut tut... “Telepon dari siapa sayang?” “Dari kantor polisi, mereka ngasih kabar kalau Arash kabur dari tahanan,” jawab Delta sambil mengusap wajahnya. “A—apa? Gimana bisa, Ta?” Deana terlihat sama kagetnya. “Polisi bilang mereka menemukan anggota polisi yang pingsan di kamar mandi hanya pake pakaian dalam. Jadi dugaan sementara, Arash menyamar menjadi anggota polisi dan kabur dari penjara. Apalagi sekarang kan kemanapun dan dimanapun harus tetep pakai masker jadi ya sangat menguntungkan buat Arash bisa nyamar dan kabur,” jelas Delta. “Kamu bener.” Deana menyenderkan tubuhnya pada kepala tempat

