Kedua mata Dara menatap lekat ke arah Kairo yang mengungkapkan ingin menikahinya. "Kenapa, Ra? Ada yang salah dengan ucapan gue?" tanya Kairo pelan. Dara menggelengkan kepalanya pelan. "Gak ada. Gue ucapin terima kasih atas semua keinginan loe ke gue. Tapi gue tahu, semua itu gak akan mungkin bisa terwujud, Kai. Gue gak mau melempar kesalahan orang pada orang lain, apalagi sama loe yang jelas -jelas kita sahabatan dari dulu dan loe selalu ada dan baik, sama gue," ucap Dara pelan. "Terserah loe, tapi memang ini yang bisa gue lakukan buat loe dan keluarga loe," ucap Kairo pelan. Semenjak kejadian itu, sikap Dara kepada Kairo agak berubah. Dara tahu, Kairo tidak pernah main -main dengan ucapannya, tapi Dara juga tidak mau kedua orang tua Kairo marah terhadap anak semata wayangnya. "Loe