"Halo, Kak. Salam kenal, aku Rana." "Baru, ya?" "Iya, Kak. Mohon bimbingannya." Perempuan itu mengangguk. Memperkenalkan. "Rizka. Nanti aku bantu buat ngerias perdana, ya. Kamu bisa ambil contoh buat seterusnya." "Siap, Kak!" "Semangat banget," celetuk yang lainnya. "Harus dong! Masa pegawai baru semangatnya udah ilang, itu baru patut dinetizeni," sahut Mbak Retno, bagian editing. "Eh, anak baru ... sodaranya Pak Bos, ya?" "Hm?" Pak Bos? Rana mengerjap. Dia kan baru diterima di sini dan baru tahu tempat ini. Yang dia garuk pelipisnya, padahal tidak gatal sama sekali. "Aku pegawai baru, Kak. Belum tau Pak Bos-nya yang mana." Sesopan mungkin Rana bicara. Ini masih pagi, Rana betul-betul datang ke alamat yang tertera, dan hari itu juga Rana diberikan name tag oleh Kak Ardi, selaku ma