Sidang

1327 Kata

“Lea,” panggil Nathan saat melihat kekasihnya melewati kelasnya. Alea menoleh. “Kamu belum pulang?” tanya Alea yang melihat Nathan berjalan mendekatinya. “Belum.” “Kita pulang bareng,” lanjut Nathan. “Pulang bareng? Tapi aku—“ “Apa? Mau alasan apa lagi?” Alea menggeleng. “Enggak kok. Cuma mau ngasihin ini ke Pak Regan. Tugas yang tadi dia kasih ke aku,” ucap Alea sambil menunjukkan buku di tangannya. “Pak Regan di mana?” “Ruang sains.” “Aku anter.” Alea mengangguk. “Iya.” Alea mulai berjalan menuruni tangga menuju ruang sains di gedung lain bersama Nathan. Keadaan sedikit dingin di antara mereka berdua. Sejak kejadian di kantin tadi, Nathan tidak banyak bicara. Pria itu sepertinya sedang mencoba meredam rasa kecewanya pada kekasihnya. Alea juga tidak berani berkata apa-apa. Di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN