“Hem ... hem.” Terdengar suara deheman dari seseorang yang ada di depan pintu. Tentu saja Alea dan Nathan segera melihat ke arah pintu sambil sedikit menahan malu. Tentu saja malu, pasti orang itu melihat bagaimana tadi Nathan mencium pipi Alea dan mereka bermesraan di rumah. “Dimas,” ucap Alea yang kaget melihat Dimas berdiri di pintu rumahnya. Dimas tersenyum canggung. “Sorry, aku ganggu ya.” Alea melihat Dimas membawa bungkusan di tangannya. Dia segera berdiri untuk menghampiri Dimas. Melihat tamunya adalah pria yang dia sinyalir sedang menaruh hati ke kekasihnya, Nathan juga ikut berdiri. Meski tidak berdiri di dekat Alea, tapi dia terus melihat ke arah Alea dan Dimas yang sudah berdiri berhadapan sambil memegang gelas, pura-pura akan mengisi gelasnya yang sudah kosong. “Ada apa

