Asal Jangan Tersakiti Lagi

1397 Kata

“Sayang.” Denis menoleh waktu istrinya membangunkan pagi-pagi sekali. Dia baru saja membuka mata dan menoleh ke arah kiri di mana Renata sudah bangun terlebih dahulu. “Ada apa? Aku masih ngantuk.” “Aku nggak tidur semalaman.” Denis mengusap pipi istrinya lalu mencium Renata. “Ada apa? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” “Ada, soal Ibu.” “Ibu kenapa?” “Aku nggak tahu. Aku kepikiran ibu sejak tadi malam. Terus Ibu nggak bisa dihubungi. Biasanya kalau aku kangen, pasti Ibu balas chat atau angkat telepon aku.” Denis baru ingat kalau kemarin dia menemui mertuanya dan mengatakan kalau ayah Renata mulai bertingkah. Pikirannya berkecamuk dan mengingat bahwa hari ini dia juga akan pergi ke kantor ibu mertuanya. Ia juga ingat kalau ibu Renata ada janji temu dengan ayahnya Renat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN