“Aku berangkat kerja dulu.” Bagaskara merapikan kerah kemejanya lalu menaikkan sedikit kerahnya untuk menutupi bekas Jihan. Usai kejadian di mana ia mengajak Jihan melakukan hubungan terlarang. Mereka semakin sering bertemu dan melakukannya. Bahkan dia tidak pernah menyentuh Dian lagi selama Jihan masih ada di dekatnya. Keinginannya untuk bersatu dengan Jihan juga semakin besar. Dia ingin Jihan menjadi miliknya lagi. Bekerja keras untuk bisa berdampingan dengan serasi bersama mantan istrinya. “Ayah.” Lelaki itu menoleh melihat istrinya membawakan tas. “Iya?” “Ayah kan lupa tas. Nanti malam makan di sini nggak?” “Ayah sibuk. Mama makan sama anak-anak aja.” Sibuk adalah alasan klasiknya untuk bisa bertemu dengan Jihan dan makan malam bersama dengan wanitanya. Bukan lagi tentang s