"Nggak buruk, Riani," gumamnya sangat pelan. *** [Di rumah sakit...] Lila duduk di sebelah Zidan, di kursi tunggu depan ruang rawat. Tatapannya sendu kala memerhatikan sosok lelaki berkacamata yang wajahnya sembab karena kurang tidur. "Makasih udah datang," kata Zidan, dia menerima parcel buah dari Lila. Farel duduk di seberang mereka, tidak ingin mengganggu, meski agak kesal karena Lila begitu perhatian kepada Zidan. "Kak Zidan udah makan siang?" tanya Lila. Zidan hanya tersenyum kecil, pandangannya menerawang jauh ke dalam kamar rawat sang ayah. Lila mengeluarkan kotak bekal dari tasnya, menyodorkan ke Zidan. "Lila bawain bekal buat Kak Zidan." Zidan menggaruk tengkuk, kikuk dengan perhatian Lila, tapi tidak menolak. "Terima kasih." Lila mengangguk, menunggu Zidan meny

