"Steve, Lila pembunuh," kata Riani dengan nada dingin. "Dia si pembunuh Pink Peonies yang kita cari selama ini." Lila memeluk lengan Steve, tubuhnya gemetar ketakutan. "Stitchy, Riani kenapa?" Steve memeluk bahu Lila, menepuk-nepuk lengannya dengan pelan. "Nggak apa-apa, dia mungkin sedang emosi karena seidh lihat Farel sakit." "Stitchy, dia bilang─" "Nggak usah berpura-pura lagi!" Riani yang dibutakan oleh kecemasan terhadap nyawa Farel, langsung menarik Lila dari pelukan Steve dan mendorongnya ke luar kamar rawat, kemudian menutup pintu di belakangnya. "Riani, apa-apaan, sih?" Steve sangat marah melihat lutut Lila lecet akibat tergores lantai rumah sakit. Dia dengan hati-hati mendudukkan adiknya itu ke kursi tunggu depan kamar rawat. "Steve, jangan percaya sama dia!" Riani menarik

