Dari Sudut Kota A (3)

1180 Kata

Dor! Daniel menembak dinding di belakang Riani. Riani terdiam, mata terbelalak, tubuh gemetar, dan air mata menetes membasahi pipi. Ekspresinya ketakutan. Daniel memainkan pistol ke pelipis gadis itu. "Saya sangat mencintai Selin, dan Selin juga mencintai saya. Jika kamu tidak tahu apa-apa, jangan sok tahu." Meski begitu ketakutan, dengan suara gemetar, Riani keras kepala berkata, "Ka-kalau Selin ... memang ... menyayangi ... Dokter ... sebagai ... ayahnya, dia ... nggak ... mungkin pergi ... dari Dokter..." "Sst! Sst! Jangan menangis... Jangan menangis..." Daniel mengusap air mata di pipi Riani, lalu membelai-belai pucuk kepala gadis itu. "Saya tidak suka air mata. Jangan menangis..." Riani menggigit kuat bibirnya, malah semakin ketakutan dan ingin menangis. Meksipun begitu, dia mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN