[Malam, sebelum hari tragedi...] Daniel duduk di kursi di ruang kerja dalam rumahnya. Dia memutar kursi sambil berpikir tentang kejadian tadi sore. Satu nama yang membuatnya kesal bukan main; Farel Juliansyah. Beraninya bocah itu mengiriminya gambar Selin. Daniel berdiri, lalu menuju apotek mini di sudut ruangan. Mengambil suntikan dan obat bius. Dia memasukkan semuanya ke kantong dalam jaket, lalu menghubungi nomor ibu Riani. "Halo, Dokter Daniel?" "Halo, Bu, selamat malam," sapa Daniel. "Saya berencana ke rumah Anda malam ini untuk membicarakan tentang mahasiswa yang akan saya bimbing." "Saya senang jika kita bisa membahasnya lagi, tapi malam ini saya dan suami sedang di luar kota mengunjungi mertua saya. Bagaimana kalau besok siang?" Daniel tersenyum kecil, membuka laci meja u

