44. Bagai Api Dalam Sekam.

1677 Kata

"Apa? Kamu hamil, Padma?" Bu Nani mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali. Ia nyaris tidak mempercayai pendengarannya. "Iya, Bu. Kami baru saja ke rumah sakit dan ini hasilnya." Padma memberikan amplop putih berisi testpack dan hasil hCG-nya. "Alhamdullilah, akhirnya Ibu akan punya cucu." Bu Nani memandangi hasil lab dengan wajah haru. "Pak, sebentar lagi kita akan menjadi kakek dan nenek." Bu Nanti menarik lengan Pak Cahyono yang sedang menonton televisi. Mengajak sang suami menari berputar-putar di ruangan. Pak Cahyono dan Tirta saling memandang sebentar sebelum menyerah dalam euphoria sang istri. Ia ikut menari ala kadarnya. Ia tidak mau merusak kebahagiaan istrinya. "Oh ya, mulai besok kamu sudah harus mengurangi kesibukanmu di kantor, Ma. Lebih baik lagi kalau kamu tidak usah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN