Tirta dan Padma tengah memeriksa hasil- hasil design, saat mendengar suara ribut-ribut di luar ruangan. "Ada apa itu ya, Mas?" Padma beringsut dari kursi. Ia bermaksud mencari sumber suara. "Tetap di tempatmu, Ma. Biar aku yang mengecek," perintah Tirta. Padma urung beranjak. Namun pandangannya terus mengikuti Tirta yang membuka pintu ruangan. "Tirta! Mana atasan serakah tidak punya etika kalian? Di mana dia? Kalian jangan menghalang-halangiku. Pertemukan aku dengannya. Apa atasan kalian takut karena sudah berbuat curang hah!" Suara-suara itu semakin mendekati ruangan. "Istri atasan kalian juga tidak punya etika. Bisa-bisanya dia menikung client saya. Panggil juga si Padma itu keluar. Padma, keluar kamu!" Padma menajamkan pendengaran, hingga ia bisa mengenali suara itu. "Itu suara M