95. Obat mujarab

1024 Kata

"Kenapa bang?" Anjani tahu persis pada saat ini suaminya sedang ada masalah atau sedang kepikiran sesuatu hal yang cukup berat karena wajahnya tampak pucat dan menghindari percakapan hanya menaruh kepalanya di perut dari Istrinya selalu menghibur sebanyak-banyaknya aroma dari istrinya yang membuat dirinya tenang. Awalnya Rey hanya bisa terdiam dan kesulitan dalam menjelaskan kepada istrinya itu. " Ay, maaf ya! Abang belum bisa bikin kamu senang dan terus saja menyusahkan kamu." katanya dengan nada sendu. Dia kasihan sama istrinya yang selalu berada di dalam kondisi yang sulit. "Anjani selalu bahagia apalagi saat abang ada di samping Anjani, dan lagi sekarang kita memiliki baby Abim, bukankah itu sebuah berkat yang tiada taranya?" tanya Anjani sambil mengelus rambut suaminya yang tampak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN