Bab 63.

1375 Kata

Rion duduk dengan tidak tenang. Kedua kakinya terus bergerak menghentak-hentak lantai seolah dengan melakukan itu dia bisa menyingkirkan rasa takut yang menguasai hatinya. Meremas-remas telapak tangan berharap bisa menghilangkan gemetarnya. Suara derap kaki berlari terdengar mendekat, namun Rion sama sekali tidak mengalihkan fokus mata dari pintu ruang operasi yang masih tertutup. “Rion ….” Dengan napas memburu, Sabrina menghampiri Rion. Dia langsung berlari begitu mendengar kabar keberadaan Rion di rumah sakit. Yang lebih mengejutkan hingga membuat jantungnya terasa mau copot adalah saat mendengar Rion berada di ruang operasi. Kalimat yang didengar dari salah satu teman kerjanya, membuat Sabrina berpikir jika Rion lah yang mengalami kecelakaan hingga harus mendapat tindakan operasi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN