Kesadaran akan ketidakberadaan seseorang cukup membuat seorang pria begitu khawatir dengan keadaannya. Sudah dua hari Theodor tidak melihat keberadaan Avelyn berada di sekitar sekolahannya. Mengingat dirinya sibuk menyusun rencana baru untuk membuat keluarga Farlten itu sengsara seperti yang pernah ia rasakan dikala dulu. Ia sendiri juga memang tak pernah lagi berkunjung ke Apartemen Avelyn, hal itulah yang membuat dirinya yang tidak tau keadaan seperti yang tengah dialami olehnya. Terakhir yang ia tahu, Avelyn tidak baik-baik saja, dan hal itu karena ulahnya. Ia yang tak bisa lagi menyembunyikan ke emosiannya, ia pun refleks menampar Avelyn dengan cukup begitu keras, hingga menyebabkan bekas pipinya. Theodor menyesali perbuatannya, seharusnya dia lebih sabar lagi dan tahan emosinya, ta