Adrian sudah bersiap untuk berangkat kerja ketika tiba-tiba dia tersentak. “Astaga, laptop dan dokumen klien penting-ku masih ada di apartemen baru!” desisnya panik. Tanpa barang itu, dia tidak bisa bekerja. Dia segera mengambil kunci mobil dan masuk ke mobil pribadinya yang terparkir di garasi, lalu melaju cepat menuju apartemen baru. Tiba di sana, dia melangkah cepat masuk ke dalam apartemen. Suasana terasa sangat sepi, tidak terdengar suara aneh, desahan, atau suara apa pun dari kamar. Adrian merasa lega. Mungkin mereka belum bangun, pikirnya. “Tak apalah, aku cuma perlu ambil barang aja.” Dia berhenti sebentar di ruang tengah, lalu langsung menuju kamarnya. Di sana, dia dengan cepat menemukan tas kerjanya dan laptop yang dia cari. Saat dia hendak menutup pintu kamar dan pergi, dia

