Bab 33. Resep Pernikahan

1085 Kata

Dafi memandang Zahwah dengan lembut, mencoba menyusupkan ketenangan ke dalam suasana yang terasa tegang. Zahwah, yang tengah berdiri di depan cermin dengan gaun-gaun yang tergantung rapi di sekelilingnya, tampak sangat bingung. Matanya yang biasa cerah kini terlihat murung, berusaha mencari jawaban dalam bayangannya sendiri. Di luar, cahaya senja mulai meredup, memberi kesan hangat pada ruangan yang seharusnya dipenuhi kegembiraan. "Nggak perlu terburu-buru, Zahwah," kata Dafi sambil melangkah lebih dekat, meraih tangan Zahwah yang tampak lemas. "Kamu tahu, tidak ada yang akan memarahimu. Mama dan nenek hanya ingin kamu bahagia. Pilih saja apa yang menurut kamu paling pas." Zahwah menunduk, matanya berkelip, mencoba menahan air mata yang hampir saja jatuh. Dafi tahu betul apa yang membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN