Hari inipun akhirnya datang juga. Seperti keinginan papa Freya, pesta pertunangan kami digelar begitu megah dan mewah. Orang tuaku benar benar menyiapkan semua dengan sangat sempurna, meski hanya dalam waktu kurang dari satu minggu. Setelah memastikan semua berjalan sesuai rencana, aku kembali bergabung dan membaur dengan yang lain. Tidak ada interaksi berlebihan antara kami dengan keluarga Lin, bahkan sekarang hanya mereka yang menyambut tamu undangan yang mulai berdatangan. Kalau biasanya di pintu masuk dan di ruangan tempat menggelar pertunangan akan dipasang foto kedua calonnya, di sini tidak ada satupun fotoku bersama Freya yang terpajang. Kami sangat berhati hati, permainan ini tidak akan menarik lagi kalau belum belum sudah terbaca oleh mereka. Tamu undangan bahkan baru diberitah