CHAPTER 43

1503 Kata

"Gimana kondisi Kak Faren?" "Masih belum boleh banyak gerak. Tapi udah lumayan lah daripada pas hari pertama." "Lagian kok bisa sih jatuh? Aneh banget deh. Kak Faren ngapain coba tumben-tumbenan naik tangga. Emang lift apartemen semewah itu bisa rusak juga?" Wendy menggeleng. Tapi sebenarnya dugaan semacam itu juga berkelebat di dalam kepalanya sejak kemarin. Tapi Wendy tak bisa banyak bertanya karena ia tak ingin memberi kesan kalau dia tak percaya pada cerita Pane. "Jatuhnya bisa pas banget lagi sama kalian mau date.." "Ya jatuhnya bisa kapan aja, Bi. Itu cuma kebetulan aja." "Iya sih kebetulan. Tapi.." Bibi mengendikkan bahunya. Ia mencuci tangannya di westafel. "Btw, Wen. Cewek yang namanya Athalia yang waktu itu lo ceritain sama gue, dia gimana?" "Apanya yang gimana?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN