Panggilan telepon darurat

1677 Kata

Keesokan pagi. Matahari pun menunjukkan wajahnya dan cahaya lembutnya pun memasuki celah-celah jendela besar yang berada di sebuah kamar yang saat ini, ada sepasang suami istri sedang memejamkan mata di bawah selimut putih dan keduanya saling berpelukan satu sama lainnya. Bersama dengan suara deburan ombak dan angin dingin di pagi hari, membuat keduanya tertidur nyenyak dan enggan melepaskan pelukan satu sama lainnya. Hingga, tidak lama kemudian. Terdengar suara dering ponsel yang cukup keras, telah mengganggu tidur keduanya. "Hhhmmm … Ponsel siapa itu? Kenapa sepagi ini, malah mengganggu orang saja?!" Gerutu Arjuna yang pertama mendengar suara dering ponsel dan Arini masih memejamkan matanya dalam pelukannya Arjuna dengan tubuh yang masih polos serta ada beberapa bekas tanda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN