"Fikri!" Ucap Arjuna ketika melihat ada pesan masuk yang berasal dari satu-satunya orang yang menjadi sahabatnya selama dirinya tinggal di Jakarta. "Ada apa dia mengirim pesan sepagi ini?" Ucap Arjuna dengan herannya dan langsung membuka pesan itu dan Arjuna segera membaca isi dari pesan itu. "Juna! Aku pikir, kamu tidak perlu memberikan aku pinjaman uang lagi. Aku sudah menyerah dan sepertinya aku akan mengikuti keinginan dari ayahku. Terima kasih karena sudah menjadi teman aku selama ini. Aku harap, setelah aku menjadi bagian dari tempat itu, kamu masih mau berteman denganku." Seketika mata Arjuna langsung melotot dan dia tidak percaya dengan apa yang di baca baru saja. Sehingga, Arjuna kembali mengulang kembali dan memastikan jika yang dia baca itu adalah keliru. "Tidak m