Lerina menatap pada gaun pengantin yang dikenakan oleh dirinya. Dia menghela napasnya kasar, hari ini dirinya Samuel akan menikah. Dia akan menjalani sebagai istrinya Samuel, dan dia merasa gugup, dan bagaimana kalau keputusannya ini salah? Dia tidak bisa membayangkan kalau dirinya suatu hari nanti akan menyesal telah memilih keputusan ini. Dia tidak mau membuat dirinya terjebak semakin dalam pada hal yang membuat dirinya akan menyesal. Namun dia tetap harus menuikah dengan Samuel. Bukan hanya karena cinta saja. Namun karena hal lain juga yang tidak bisa dikatakan oleh dirinya pada orang lain. Dan hanya dia sendiri yang mengetahui ini. “Sayang, kamu sudah siap?” Lerina menatap pada ibunya yang tersenyum manis padanya, dan berjalan mendekati Lerina. Dan dia langsung memeluk Lerina, da