“Kamu akan terus menutup mulut?” Deon terdengar sangat kesal dengan aksi bungkam sang gadis yang tidak mau mengatakan apa pun sejak membuka mata, menatap kosong dengan mengabaikan semua yang ia ucapkan. Bahkan, enggan menanggapi pertanyaan yang diberikan. Bee memang hanya ingin menenangkan diri, melupakan berbagai hal yang menimpa dirinya dengan begitu kejam. Ingin sekali melakukan protes mengenai setiap alur kehidupan yang sangat tidak adil, ia teringat akan kebersamaan dengan sang nenek di masa lalu. Kemudian, wajah- wajah kedua orang tuanya. ‘Apa kalian melihatku dengan penuh sesal karena membiarkan gadis mengenaskan ini tetap hidup seorang diri, kenapa tidak dibawa serta saat hanya hidup seorang diri?’ Bee terus membatin sendiri, enggan menanggapi Deon karena masih tidak bisa percaya