Setibanya di sana, sesuatu yang buruk menimpa sahabatnya. Fallen terduduk di lantai dengan kemeja yang basah. Fanya berdiri di depannya memegang teko kosong. Isi teko baru saja dia tuangkan ke kepala pemuda itu. Tampak pelipisnya tergores, dan ada gelas pecah di sebelahnya. Rasti menduga Fanya mendorong Fallen sampai terjatuh, lalu melempar gelas ke kepalanya, dan menyiran air pula. Berdiri angkuh, menatap dingin Fallen di lantai, Fanya berkata, “Harus pakai bahasa apa untuk mengatakan kepadamu kalau aku nggak akan pernah menyukaimu?” Fallen hanya diam, mungkin sangat terkejut, sampai tidak bisa berkata apa-apa. Dia tahu Fanya sudah sering mempermalukannya sebelum-sebelumnya, tapi tidak pernah sampai separah ini. “Aku hanya akan menyukai Isa seumur hidupku, jadi berhentilah membuang w
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari