52. Pecah

2011 Kata

"Pa ...." "Papa!" "Pa, jangan kayak gini, Pa ...." "Please ...." "Mama minta maaf! Mama udah nggak kayak gitu lagi, udah bertahun-tahun lewat, dan ... Papa!" Dari tempatnya, Haidar dan Deril hanya bisa geming melihat keributan sepulang dari rumah oma mereka. Adapun papa mengeluarkan semua barang-barang mama dari kamar, termasuk pakaiannya. "Dan Abang mau terus jadi penonton?" Alasan Deril diam sebab tangannya betul-betul ditahan kuat oleh Haidar, sekarang dia melepas cengkeraman itu. "Berhenti ngehalangin Deril, terlebih untuk merangkul mama." Sadar tidak, sih, Haidar? Itu yang sedang menangis, memohon, dan bertengkar dengan papa adalah ibu kandungnya, ibu yang sudah mengandung dan melahirkannya, Deril sangat tidak habis pikir dengan sosok Bang Haidar. Terbuat dari apa hati orang it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN