“Sara!” teriak Edwin, cemas bukan main melihat Sara pingsan, walau tubuh istrinya telah dibantu oleh orang yang lain, tetapi tetap saja dia tidak suka melihat pria lain menyentuh tubuh Sara. “Terima kasih Pak, biar saya saja yang mengendongnya,” pinta Edwin dengan langkahnya yang tertatih mendekati Darren. Pria blasteran tersebut menelisik Edwin dari bawah sampai ujung rambutnya. “Sepertinya Anda juga agak susah berjalan, sebaiknya saya bantu Anda. Biar saya yang menggendongnya, tinggal tunjukkan saja di mana kamarnya,” balas Darren, dia sudah tampak mengambil ancang-ancang untuk membopong Sara. Benar yang dikatakan Darren, dia sendiri sedang kesusahan jalan, apalagi harus menggendong Sara pasti akan sangat menyakitkan pada bagian intimnya. “Ruang VVIP Lily 1, Pak, tidak jauh dari si