Aaron berjongkok di bawah, di samping tempat tidur, masih sambil menatap, serta mengelus kedua belah pipi Jesicca. "Hey, ayo bangun. Kita sarapan dulu," ajak Aaron lagi disela usapan lembut, yang sekarang ia lakukan dengan lebih keras. Perlahan kelopak mata Jesicca pun mau juga terbuka. Belum sepenuhnya terbuka lebar dan masih menyipit, menatap Aaron, yang sudah berada di dekatnya. "Udah pagi?" tanya Jesicca lemas. "Iya. Sudah pagi. Masih pusing hmm?" tanya Aaron, yang kini beralih mengusap rambut bagian depan Jesicca berkali-kali ke arah belakang. Jesicca menggeleng pelan. Untuk menjawab pertanyaan Aaron. "Yakin? Jangan bohong. Kalau masih pusing, katakan saja. Jangan ditahan-tahan," ujar Aaron. "Iya. Udah nggak terlalu pusing kok," ucap Jesicca, sambil menguatkan diri untuk bangki