"Jangan suka berpikir buruk kenapa," sergah Kinan yang tidak terima. Lalu wanita itu melanjutkan ucapannya. "Bagiku, kamu tetaplah pria tampan di mataku baik menjadi sosok Dewa ataupun Andaru." Dewa mencebik mendengar pengakuan Kinan. Meski di dalam hatinya merasa senang karena Kinan memujinya, nyatanya rasa gengsi tidak pernah hilang dari dalam diri seorang Andaru Dewangga. Tidak ingin menunjukan pada sang istri jika dia senang dipuji. "Tidak perlu memujiku berlebihan begitu. Meski pun kamu jujur dan mengatakan yang sebenarnya ... aku tak akan marah. Lagipula memang seperti itu kenyataannya diri seorang Andaru." "Hei Mas jangan begitu. Aku tidak berbohong mengatakan itu. Tapi aku merasa jika saat itu pasti wajahmu sangat menggemaskan sekali. Pesonamu tak pernah hilang meski menjadi And

