64. Dendam yang Tersembunyi

1457 Kata

Bram, dengan senyum kemenangan, semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Elena. Bram lihat Elena hanya pasrah saja, seperti menunggu apa yang akan dia lakukan. Mata tajam Bram yang sehitam jelaga menatap Elena seperti ingin melahapnya hidup-hidup. Kulit tubuh mereka bertemu, walau ada kain sebagai penghalang tapi sebagai lelaki normal darah Bram seperti ingin meledak. Terutama saat tangan kanannya menyentuh leher Elena. Skin to skin contact ini membuat tubuh kekar Bram bergetar karena hasrat. Logikanya hilang karena darah lelaki yang menggelegak. Tujuannya satu, merasakan nikmatnya bibir Elena yang selalu menggoda imannya. Hanya tinggal satu sentimeter lagi bibir mereka akan bertemu, tapi kemudian terdengar teriakan mengaduh secara tiba-tiba. Siapa yang mengaduh kesakitan? Bram! Ternyata E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN