“Ting-tong!” Wina muncul tergopoh-gopoh di pintu belakang, wajahnya panik seperti baru saja berlari. “Nyonya… Tuan…” Wina menelan napas. “Ada Bu Linda datang.” Amira langsung menegang. Gunting tanamannya hampir terjatuh dari tangan. “Tante… Linda?” ulang Amira terkejut. “Tante Linda datang ke sini? Kok tiba-tiba?” Wina mengangguk, masih ngos-ngosan. “Beliau sudah duduk di ruang tamu.” Amira menoleh ke Dimas, tampak gugup. Dimas segera mendekat, memegang bahu istrinya. “Kamu kenapa? Kamu takut?” tanyanya lembut. “Bukannya takut… cuma… aneh. Tante Linda nggak pernah datang. Tapi kenapa tiba-tiba datang?” gumam Amira. Ia menatap ke arah rumah, gelisah. “Aku takut ada apa-apa.” Dimas tersenyum menenangkan. “Kalau memang ada apa-apa, kamu punya aku sekarang. Kita hadapi bareng.” Perla

