Jingga dan Biru masih tanpa busana di tempat tidur, di mana beberapa menit yang lalu mereka melakukannya untuk pertama kali. “Ah, ah, ah. Mas Biru!” ucap Biru sambil menirukan suara Jingga tadi. Mendengar Biru menggodanya, pipi Jingga otomatis bersemu merah. “Berhenti menggodaku, Mas.” “Mau ronde kedua?” tawar Biru. “Entah kenapa desahan dan jeritan kamu masih terngiang di telinga saya.” “Ronde kedua?” “Saya hanya bercanda, Sayang.” Mereka benar-benar masih telanjang dan hanya selimut tipis yang menutupi tubuh mereka. “Bagaimana rasanya sekarang? Kalau kamu merasa nggak nyaman … itu wajar,” kata Biru. “Tadi saat melakukannya, pertamanya sakit tapi lama-lama enak. Cuma sekarang … rasanya itu aneh. Gimana ya, susah jelasinnya.” “Saya paham,” jawab Biru. “Itu wajar karena kamu telah