TIGA PULUH SEMBILAN - ENDING

1448 Kata

Lima tahun kemudian. “Aaayaaaah. Lihat adik tuh, jauhin laptop Ayah.” Adu Ghibran melihat anak kedua Deni dan Gea yang berusia dua tahun itu malah membanting laptop Deni. Menjadi orangtua tidak pernah mudah bagi Deni. “Astaga Gea, kenapa nggak lihat anak-anak, sih?” dia menghampiri anaknya dan melihat laptopnya patah dibanting oleh si kecil. “Kakak apain adek sih?” “Nggak ada, Ayah. Tapi adek tiba-tiba banting laptop, Ayah.” berkas-berkasnya di sana. Deni meninggalkan laptopnya tadi karena pergi kamar kecil. “Dek, kenapa rusakin laptop, Ayah?” Maura menunjuk ke arah Ghibran, putri kecil mereka menunjuk kakaknya. “Kakak malahin adek.” “Kakak marahin adek kenapa?” Deni mulai menarik putranya ke arahnya. “Kenapa adek sampai banting laptop? Kakak yang gangguin?” “Nggak, Ayah. Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN