Satu hal yang Revina tidak boleh lupa adalah kontrasepsi darurat untuk berjaga-jaga. Revina tidak mau keadaan semakin kacau andai dirinya sampai hamil. Itu sebabnya ia berupaya mencegahnya agar hal berbahaya jangan sampai terjadi. Tidak boleh! Selesai mandi, Revina langsung turun ke apotek dekat lobi. Ia membeli pil kontrasepsi darurat lalu meminumnya. Entahlah, Revina sepertinya tidak akan melupakan apa yang terjadi hari ini meskipun wanita itu sangat-sangat-sangat ingin melupakannya. Keesokan harinya.... Hari berjalan seperti biasa. Bedanya, Revina harus ke kantor bersama pria yang telah menyeretnya ke dalam hal gila. Pria yang telah menjebaknya sehingga Revina tak bisa berkutik lagi. Konyolnya, Revina tak punya pilihan selain harus bersikap profesional dan menghormati pria itu di k

