“Udah berapa lama kamu kerja di kementerian?” Oh, pertanyaan basa-basi. Baiklah, tidak ada salahnya Abel menjawab apa adanya. “Aku masuk dari lima tahun lalu. Jadi, Pak Hans itu seniorku.” “Terus kamu punya pacar?” tanya Tristan kemudian. Pertanyaan macam apa itu? Sumpah, dari sekian banyak pertanyaan. Abel tidak menduga kalau om-nya Hans akan menanyakan hal semacam itu. “Saya tanya, kamu udah punya pacar atau belum?” tanya Tristan lagi. Om-nya Hans tidak mungkin naksir padanya, kan? Abel bahkan tidak percaya dengan adanya cinta pada pandangan pertama. “Aku nggak paham kenapa Pak Tristan bertanya seperti itu,” balas Abel. “Ah iya, tadi namanya Pak Tristan, kan?” lanjut wanita itu. Abel melanjutkan, “Maksudku ... memang apa pentingnya aku udah punya pacar atau belum?” “Penting ban

