Sabtu yang biasanya menjadi hari paling nikmat karena tidak perlu bangun pagi sehingga bisa tidur sampai siang sepuasnya, kini sudah tak sama lagi. Sekalipun ini bukan jadwalnya untuk beres-beres apartemen Tristan, tapi tetap saja ... semangat Revina kini semakin hilang. Besok? Revina tidak akan datang lagi untuk beres-beres. Ia sudah memutuskan untuk mengakhiri semua ini, tak peduli risiko maupun ancaman Tristan karena Revina sudah seratus persen muak. Sangat muak. Jika Revina mendatangi apartemen pria itu, takutnya Tristan kembali akan melakukan hal yang macam-macam lagi. Solusi agar Tristan tidak macam-macam adalah menjauh. Bila perlu, Revina akan meninggalkan kota ini untuk sementara. Tentunya keputusan ini sudah sangat mantap. Revina yakin inilah yang terbaik. Jika di dekat Tristan

