Ciuman yang Tristan mulai itu awalnya membuat Tantika terkejut. Wanita itu sempat menghindari sampai akhirnya menyadari satu hal ... biarlah Tristan benar-benar tenggelam oleh asumsinya sendiri. Biarlah Tristan terus berpikir seperti yang dikatakannya tadi. Dengan begitu, fakta yang sebenarnya tidak pernah terkuak. Tentang hubungan mereka ... kesimpulannya cukup rumit. Jauh lebih rumit dari yang pernah Tristan bayangkan. Namun, Tristan begitu yakin kalau asumsinya bukan hanya masuk akal, tapi juga benar. Terlebih Tantika tidak menyangkal asumsinya. “Anggaplah benar asumsimu itu dan jangan pernah pulih ingatanmu,” batin Tantika, seraya mengakhiri ciuman mereka. Tantika kemudian beranjak dari duduknya. Bohong kalau ia tidak salah tingkah dengan apa yang mereka lakukan barusan. “Kamu mau

