“Papa kenapa susah banget dihubungi, ya?” keluh Revina kecil yang saat ini baru selesai mandi. Ia memang sudah berpakaian, tapi rambutnya masih basah—memakai handuk kecil, terlalu malas untuk menggunakan hairdryer. “Voice note aku dari kemarin, minggu lalu malah dari sebulan lalu ceklisnya satu. Itu artinya belum dibuka, kan, Ma?” tanyanya kemudian. Erika yang hendak pergi mandi, langsung mengurungkan niatnya. Ia menghampiri putrinya lalu duduk di sampingnya. “Coba mama lihat,” ucap Erika seraya mengambil alih ponsel putrinya. Selama beberapa saat Erika memperhatikan room chat antara Revina dengan Tristan di ponsel pribadi milik putri mereka. “Kenapa kamu baru bilang? Mama kira selama ini masih sering video call,” kata Erika. “Apa papa kamu ganti nomor? Soalnya semenjak papa pindah, m

