Bab 42 - Hukuman yang Nikmat

2309 Kata

Hans menjelaskan secara garis besar pada orangtuanya tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Revina semenjak Tristan datang. Pria itu memfilter ucapannya dengan sangat hati-hati agar Revina tidak terlihat buruk karena memang faktanya selama ini Revina dijebak oleh Tristan. Bahkan, selama ini wanita itu sangat menderita dan tertekan di bawah ancaman Tristan. Baik Karmila maupun Wijaya sangat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Tristan yang menurut mereka baik, ternyata menjadi antagonis dalam hidup putra sulung dan calon menantu mereka. “Hans, kamu bukan sedang membuat lelucon, kan?” tanya Karmila. “Ah, tapi kamu tidak mungkin berbohong. Mama bisa membedakan raut wajahmu saat sedang bercanda maupun serius.” “Kenapa dia sangat keterlaluan?” Wijaya tampak geram. “Aku juga kaget

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN