“Loh, Pak Tristan naik apa?” Tantika terkejut dengan kedatangan Tristan ke rumahnya. Ia kira atasan sekaligus pacar pura-puranya itu hanya bercanda saat mengatakan mau mampir. Ternyata pria itu benar-benar datang. “Saya naik taksi. Lagi malas nyetir soalnya,” jawab Tristan. “Enggak mungkin juga, kan, kalau saya minta Revina nyetir sekalipun dia mau ke sini juga?” lanjutnya, bercanda. “Lagian Revina nggak tahu, kan, kalau saya mau mampir ke sini?” tanya Tristan lagi. “Iya, Pak. Dia nggak tahu karena aku belum bilang,” jawab Tantika. “Ngomong-ngomong, silakan duduk, Pak.” Tristan mengangguk-angguk, lalu mengambil posisi duduk di sofa ruang tamu. Jujur, Tantika kaget saat ibunya mengatakan ada seorang pria yang mencarinya. Meskipun dugaan langsung tertuju pada Tristan, tapi tetap saja ia

