Bab 55 - DUARRRR! #2

2125 Kata

“Bisakah kita mengatakan ini hukuman untuknya, Pa?” tanya Karmila pada suaminya. “Di satu sisi, kadang mama juga kasihan pada Tristan, sekarang dia kehilangan seluruh ingatannya. Sendirian di rumah sakit. Tapi di sisi lain, bukankah Tuhan masih terlalu baik karena Tristan diizinkan untuk selamat dari kecelakaan itu,” sambungnya. “Mama benar, makanya papa tidak akan heran misalnya Revina, Hans, Tantika atau rekan kerja Hans itu mendoakan yang buruk-buruk terhadap Tristan.” “Nanti, kalau Tristan sudah diperbolehkan pulang, kita ajak tinggal di rumah saja, Pa. Untuk memantau sekaligus memastikan dia tidak membuat kekacauan lagi. Jujur, kadang mama tiba-tiba kepikiran ingatan Tristan tiba-tiba kembali tapi dia tidak bilang.” “Ya, kita memang harus memantaunya,” balas Wijaya. “Itu sebabnya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN