Tepat saat pintu kamar Revina dibuka, Hans langsung berdiri terpaku. "Om Tristan?" tanya Hans dengan raut wajah yang seratus persen bingung. Bagaimana tidak, pemandangan yang dilihatnya saat ini tidak pernah terbayangkan dan nyaris mustahil. "Bagaimana bisa Om Tristan ada di kamar pacarku? Sedang apa dan ... apa yang terjadi?" Revina yang berlari menyusul Hans, langsung dibuat sakit kepala dengan suasana tegang yang menyelimuti kamarnya. "Hans, aku bisa jelasin. Ini nggak seperti yang kamu bayangkan," ucap Revina. "Memangnya kamu tahu apa yang aku bayangkan?" tanya Hans, masih dengan nada soft spoken-nya. "Serius, kenapa om-ku ada di kamarmu, Beb?" Sialnya, Revina tak tahu harus menjawab apa. Isi pikirannya mendadak kacau. Ia tak punya jawaban apa pun. Untuk berdalih pun rasanya wani

