Bab 18 - Simbiosis Mutualisme

1703 Kata

“Aahhh....” Seorang wanita mendesah di bawah dekapan tubuh Tristan yang mengungkungnya. Mereka sama-sama tanpa busana. Kulit bertemu kulit, dengan napas yang saling memburu keduanya sama-sama berbagi kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh yang mengalaminya langsung. Momen panas, intim dan ledakan gairah yang semakin menjadi-jadi ... menuntun keduanya menuju klimaks yang sama-sama mereka dambakan. “Tristaaan...,” teriak wanita itu. “Revina,” balas Tristan, bersamaan dengan matanya yang spontan terbuka. Ya, barusan itu Tristan bermimpi. Ia memimpikan hal intim yang ia lakukan bersama sang mantan. “Ini gila,” gumam pria itu seraya mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Diusap-usapnya wajahnya berkali-kali sampai nyawanya terkumpul sepenuhnya. Sungguh, Tristan tak habis pikir. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN