“Ahhhh....” Tubuh Revina tak bisa berbohong. Meskipun mulutnya berkata tidak, juga hati dan pikirannya terus menyangkal, tapi seiring waktu berjalan ... tubuhnya semakin mendambakan sentuhan yang intens dari seorang pria. Tak peduli kalau pria yang memungkinkan untuk menyentuhnya saat ini juga adalah paman dari kekasihnya. Revina sampai mengabaikan fakta kalau pria di hadapannya adalah mantan kekasihnya yang kini menjelma menjadi pria berengsek. Bahkan, Tristan adalah penyebab Revina penuh hasrat seperti sekarang, tapi Revina seakan tak punya pilihan. Ia benar-benar menginginkannya. Ia menyerahkan diri sepenuhnya. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini andai Revina berhasil kabur ke apartemennya. Masalahnya adalah ... Tristan rupanya sudah mengunci pintu utama. Revina yang berusaha

