Mendengar cerita Tantika tentang apa yang membuat wanita itu dengan mudahnya jatuh cinta pada Tristan, membuat dirinya teringat pada dirinya sendiri. Lebih tepatnya dirinya yang dulu—masa transisi dari Revina remaja yang mulai beranjak dewasa. Tristan itu satu-satunya orang yang membuat Revina merasa bahagia. Bukannya Revina tidak bahagia hidup dengan ibu tunggal dan kedua adiknya. Namun, keadaan seolah membuat Revina sulit untuk sekadar tersenyum. Ia boro-boro bisa tersenyum saat melihat ibunya kelelahan karena harus banting tulang mencari nafkah. Sampai akhirnya, ibunya sakit-sakitan dan tidak bisa bekerja lagi, dari situlah Revina resmi mengambil alih tugas sang ibu sebagai tulang punggung keluarga. Revina diterima kerja tepat saat Tristan mengajaknya kawin lari. Revina pasti gila jik

